Tak terasa hari terus berganti,
Sang fajarpun semakin memudar,
bersama lirihnya lantunan ayat ilahi.
Tubuh yang lemah tak berdaya itu perlahan beranjak bangun.
Dalam doanya rasa syukur senantiasa ia panjatkan,
atas segala nikmat yang telah Allah curahkan.
Nikmat hidup, islam dan iman.
Nampak dari layar handphone ada satu pesan,
oh ya... ia baru tersadar, mungkin itu pesan balasan dari ibuknya
kemarin malam dia mengabarkan kalau kondisinya,
bercerita tentang pengalaman baru di tempat ia bekerja,
dan yang paling berkesan adalah rasa bahagia,
ketika telah mendapat gaji pertama. ^^
Bismillah...
dalam sms yang singkat ibuk menulis
" Ya Alhamdulillah semoga barokah Am,
disyukuri jangan melihat jumlahnya
yang kita cari keberkahannya.
Kelihatannya sedikit tapi insyaAllah
klu kita syukuri akan bisa mencukupi.
Contohnya Bapak dulu, walaupun dulu gaji belum banyak
dan belum sertifikasi tapi bisa nabung untuk haji,
jangka 10 tahun alhamdulillah Bapak dan Ibuk bisa haji.
Setiap gajian menyisihkan 400 ribu. Alhamdulillah bisa.
Syaratnya satu, kamu harus bisa hidup sederhana "
Perlahan air mata kerinduanpun menetes
bersama untaian kalimat syukur
atas kasih sayang yang telah Allah anugrahkan
Sebuah kalimat yang selalu bapak dan ibuk sisipkan
dalam setiap nasehatnya kepada para putra putrinya
" sederhana "









