Assalamu'alaikum ^_^

Yuk kita perbanyak membaca buku dan mendengarkan kajian, Let's Fastabiqul khoirot !

Thursday, October 26, 2017

Diary #87 - Lelah vs Lillah


Puji syukur alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan untuk menulis kembali setelah sekian lama tidak membuka buku diary muslim ini. Sebenarnya setiap hari ingin rasanya menulis, namun niat baik itu selalu urung dilakukan mengingat pekerjaan lain yang lebih penting dan perlu untuk diselesaikan.

Ya, qodarullah akhir akhir ini saya banyak pekerjaan yang benar benar menguras tenaga dan fikiran. mulai dari pekerjaan kantor, majlis, madin dan tpa. Alhamdulillah meskipun semua berjalan dalam waktu yang bersamaan, Allah masih memberikan saya kesehatan  dan kecukupan dalam segala hal. 

Padatnya pekerjaan ini banyak memberikan pembelajaran bagi saya, bahwa hidup itu tidak ada habisnya apabila yang kita kejar duniawi. Duniawi adalah ya uang, jabatan, pujian, dan segalanya. Kita akan selalu merasa kurang dan kurang. Hidup ini tidak akan terasa nikmat, yang ada hanyalah sibuk dan lelah. Namun berbeda apabila yang kita niatkan sejak bangun dari tidur kita adalah lillah (mengharap ridho Allah), dengan niat tersebut menjadikan semangat kita melejit, semakin padat aktivitas kita, kita semakin semangat karena semakin banyak pahala yang akan kita peroleh, karena semuanya kita niatkan untuk mendapat ridho Allah, memberikan manfaat sebanyak banyaknya kepada sesama. Tidak kendor saat mendapat kritikan, cacian dan celaan, dan tidak sombong ketika mendapat pujian dan pencapaian tertentu. Cukup syukur dan sabar yang selalu membersamai kita.

Kalau saya pribada rasa rasakan, waktu 24 jam itu hampir 80%  full untuk beraktivitas, sisanya istirahat. entahah itu sudah ideal atau tidak, Alhamdulillah saya menikmatinya. Sengaja memang saya set hidup saya tidak ada kelonggaran, agar masa menunggu ini benar benar diisi dengan kebaikan demi kebaikan. Kaidah usulnya apabila waktu itu tidak kita isi dengan kebaiakan maka al hasil kemaksiatan yang akan mengisinya.

Alhamdulillah, mulai pekerjaan di kantor Allah memberikan kemudahan dalam beribadah, bermuamalah dan berkarir, memang sih pekerjaannya cukup rumit dan sulit benar benar harus fokus dan konsentrasi karena selalu bersanggungan dengan kode namun Allah selalu memberikan kelancaran, dan setiap ada masalah selalu ada jalan keluar, saat waktunya beribadah seakan mudah dilaksanakan. Subhanallah wal hamdulillah... ^,^

kalau boleh saya rinci padatnya pekerjaan seperti ini :
Akhir Okt - Awal Nov : semai
Awal Des  : tanam
Januari  : riset ke Padang
Februari  : pengamatan trial Jogja - Kopeng
Maret  : panen, riset ke jawa Tengah dan pengamatan ke Padang lagi
April  : pengamatan trial ke jawa Barat
padatnya pekerjaan itu cukup membuat saya menarik nafas panjang.... >,<
alhamdulillah sesibuk sibuknya di kantor, pekerjaan kantor tidak pernah saya bawa pulang. jadi saat sudah selesai bekerja waktu 100% saya gunakan untuk kegiatan yang lain di rumah, majlis dan lainnya.

Kalau di Majlis yang skarang saya urusi kegiatan diniyah, seperti tahsin pemuda dan dewasa. Alhamdulillah skarang sudah ada 3 cabang yang dikelola atau dipandu oleh pemuda JogjaJE (Cabang Depok, Kalasan dan Turi), insyaallah Akhir Tahun akan kita tutup dengan kegiatan Dauroh Tahsin se Perwakilan DIY yang akan diikuti oleh peserta tahsin, ustadz ustadzah TPA, warga mta dan guru daerah.

Setelah urusan majlis selesai biasa saya beranjak ke Madin sebuah rintisan sekolah diniyah di MTA Jogja. Tak terasa sudah hampir sebulan pembelajaran Madin MTA telah berjalan.sempat berganti metode kemarin, yang awalnya hanya berjalan biasa sekarang sudah dibagi menjadi 2 kelompok, ada yang talaqi dan klasikal dan diampu lebih dari 1 ustadzah. Alhamdulillah metode tersebut cukup berhasil, anak anak jadi lebih kondusif dan semangat belajar. Saat ini pembelajaran madin telah berjalan istiqomah hari rabu, jumat dan sabtu dengan pengajar sejumlah 14 orang dan santri 22 anak.

Selain di Majlis dan Madin ada satu kegiatan lagi yang tak kalah menarik dan selalu membuat saya termotivasi untuk terus belajar untuk lebih baik adalah di TPA. TPA ini bagi saya adalah ujian dari Allah, harus membina (merencanakan, mengkoordinasi dan melaksanakan) semua kegiatan diniyah di seluruh cabang di MTA DIY. Ada yang belum muncul, ada yang baru merintis dan ada yang sudah maju. Semua terkumpul dalam FORKOM TPA MTA DIY. Alhamdulillah kemarin sudah kita kumpulkan bersama santri santri MTA generasi penerus dakwah di Festival Anak Sholeh MTA (FAST) dan besok santri terbaik dari masing masing cabang akan berkumpul di AL KHUSNA MTA (Ajang Lomba Ustadz Ustadzah Anak) hari Ahad 29 Oktober 2017. Rencananya anak anak yang ikut AL KHUSNA Tingkat Perwakilan ini akan kita didik agar siap berkompetisi di AL KHUSNA Tingkat Nasional di Pusat.

Insyaallah setelah Dauroh Tahsin yang tadi jadi agenda Majlis Perwakilan, akan didudul kegiatan Pelatihan Ustadz Ustadzah TPA yang lebih pada materi psikologi anak, kemajlisan dan kediniyahan. dan untuk para santrinya di akhir tahun akan ada kegiatan Jambore Anak Soleh MTA (JOST) yang rencananya akan dilaksanakan di hutan pinus IMOGIRI.

Hasbunallah wani'mal wakiil
Semoga semua kegiatan yang sedang direncanakan dan yang telah berjalan dengan istiqomah ini senantiasa Allah ridhoi dan menjadi media dakwah untuk diri kita sendiri dan masyarakat pada umumnya. Karna dakwah tidak melulu dari atas mimbar, tapi juga pada akhlak kita di manapun kita berasa.

Adalah bukti kasih sayangNya, barang siapa yang menolong agama Allah maka Allah akan menolongnya. Maka jangan sekali kali kita ragu terhadap janji Allah tersebut. Sepadat apapun pekerjaan kita, jangan sampai kita melupakan Allah, sertakan Allah dalam setiap aktivitas kita, libatkan Allah, dan mohon pertolonganNya. 

Laa haulaa wa lakuwwata illa billah 

Cangkringan, 27 Okt 2017 - AM

No comments:

Post a Comment