Assalamu'alaikum ^_^

Yuk kita perbanyak membaca buku dan mendengarkan kajian, Let's Fastabiqul khoirot !

Sunday, December 17, 2017

Diary #104 - Wanita Sholihah


Wanita sholeh itu kuat dan menguatkan. Seringkali kita mendengar opini banyak orang bahwa wanita itu identik dengan lemah lembut, manja, halus dll. Subhanallah begitulah kuasa Allah menciptakan pria dan wanita. Semua opini tersebut tidaklah salah karena memang itulah kodrat seorang wanita.
Namun apabila kita lihat dari sisi Agama Islam, tidak sepenuhnya benar, semua ada tempatnya. Wanita yg sholehah adalah ia yg khusyu’, adalah dia yang senantiasa merasa diawasi oleh Allah dan yakin bahwa kita semua adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Maka menghadaki lika liku dan gemerlap jalan duniawi ia akan berusaha menjadi pribadi yang kuat, kuat menjaga aqidahnya, menjaga akhlaknya dan amalnya.
Kenapa bahasannya wanita ? Karena saya baru terinspirasi sama ibuk saya ^^“// selebihnya karena wanita sholehah adalah sebaik baik perhiasan dunia. Ingin sharing aja sholehah yg seperti apa sih yang sebenarnya itu ?
Nah akan saya jawab dr pengalaman yg saya dapatkan selama bersama dengan Ibuk saya. Bagi saya beliau adalah sosok penyemangat saya yang kasat mata selalu hadir untuk saya. Jadi mulai dari kemarin beliau adalah yang menyiapkan segala sesuatu saat akan bersilaturahmi ke beberapa keluarga. Hingga selepas silaturahmi, beliau berbegas memasak untuk makan malam keluarga, setelah itu sekitar pukul 20.00 Ibuk langsung bergegas bersiap siap menuju Mabes, bermalam disana untuk mengikhromi tamu tamu pengajian Ahad Pagi dari berbagai daerah yang hadir malam itu ada yang dari Jombang, Pacitan dan Pontianak, Subhanallah…
Kebayang betapa kuatnya beliau, kuat untuk bisa menahan hawa nafsu, beliau memilih untuk berlelah lelah dalam lillah, menahan peluh dan keringat demi kebaikan keluarga, menahan dinginnya malam demi kebaikan ukhwah.
Disela sela beliau bertugas pun masih sempat menanyakan kabar Nurul dan Faqih sdh tidur belum, sdh berangkat ke Jogja belum, berangkat naik apa, begitu peduli dan perhatian disaat perhayian beliau juga harus fokus melayani umat.
Tidak hanya kuat, beliau juga menjadi sosok wanita sholehah yang juga menguatkan. Disaat saya hampir putus asa untuk kembali ke Solo mengingat waktu yg tidak memungkinkan untu mengejar jadwal kereta pramek, namun sesaat sebelum saya pulang dr kantor beliau menelpon bgaimana sdh persiapan pulang ? Lalu saya menjawab niatan saya untuk izin benar benar terpaksa, dan saya sdh berniat tetap di jogja utk sore nanti mengajar tahsin.
Beliau dengan lemah lembutnya mengingatkan dan menguatkan saya, "Am.. ini dhawuh Ustadz dr Pusat, jd ya bismillah semaksimalkan diusahakan. Tiket pramek selanjutnya jam berapa ? Skarang kamu segera ke stasiun beli, nanti matur Ustadz Wahyul izin terlambat, yg penting kita sdh maksimal.” Dengan taslim saya mengerti dan mengiyakan nasehat Ibuk. Beliau meyakinkan bahwa urusan pusat harus lebih diutamakan, krn insyaallah akan membawa kemaslahatan yg lebih besar utk umat.
Qodarullah, setelah semua saya niatkan dan usahakan, Allah memberi jalan kemudahan, saya mendapat tiket dan pertemuan oleh Ustadz Wahyul diundur. Alhamdulillahi ‘alaa kulli hal
Begitu cerminan wanita sholehah, yang kuat dan menguatkan. Beliau adalah madrasah saya yang senantiasa mendidik saya dan adik adik saya menjadi pribadi yang kaffah, memiliki sifat mujahadah, istiqomah dan nidhom dalam perjuangan.
Alhamdulillah.. ^^//
Wallahu 'alam bishowab
Pramek, 17 Desember 2017 - AM

No comments:

Post a Comment